Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Oktober 2015

Museum Linggarjati, Kuningan



Kami beramai-ramai bepergian ke Kuningan dan Cirebon di akhir pekan, targetnya sebetulnya cuma ingin relaks di "tempat" yang sejuk dan dilanjut wisata kuliner. Tapi karena banyak diantara kami yang belum pernah tahu Linggarjati, maka panitia "menyelipkan" acara mampir ke museum Linggarjati.


  Museum tidak ramai pengunjung. Boleh dibilang sepi, mungkin justru lebih ramai di weekdays, waktu para pelajar berkunjung. Study tour maksud saya... 

Saya perhatikan - pengunjungnya kebanyakan orang-orang tua. Museum di Indonesia memang belum menjadi tempat kunjungan yang menarik.



  Museum ini masih asli seperti saat diselenggarakannya perjanjian Linggarjati.






  Terdapat diorama yang menjelaskan situasi saat berlangsungnya perjanjian tsb.



Perabot yang ada juga masih asli yang dipakai masa itu, termasuk kamar tidur.



Buat saya pribadi, saya merasa "tidak nyaman" waktu memasuki kamar tidurnya. Entah kenapa. Hehe...






Lingkungan di sekitar museum ini dirawat cukup baik dan bersih.






Banyak terdapat gambar-gambar bapak bangsa, bapak Soekarno





Yang berikut ini yang paling saya suka. 
"Pro atau Contra, tetap bersatu, hindarkanlah perang saudara"



Menurut saya, perlu lebih banyak guide yang menemani para tamu yang menjelaskan kejadian seputar perjanjian termasuk fungsi ruangan-ruangan situ.

Tetapi, bagaimanapun juga saya bersyukur dan beruntung mendapat kesempatan datang ke site ini. Merasakan sendiri sejarah seolah yang sesungguhnya.





Sabtu, 15 Agustus 2015

Ullen Sentalu, Kaliurang, Jogjakarta






Kalau baca namanya, saya sempat berpikir, bahasa apa ya ini... Mirip bahasa Jerman ... Hahaha.. Maksain banget... Ternyata dan pastilah bahasa Jawa, yang artinya... Lupa saya.... Padahal udah dikasi tau loh sama tour guidenya.. Hehe...

 


Tempat ini adalah museum, yang khusus menyajikan "cerita" seputar kehidupan kerajaan Jogjakarta dan Solo.
Sedihnya adalah  saya tidak bisa tuliskan detailnya karena selain ceritanya panjang, di dalam tidak diperkenankan memotret, dan cerita mengenai kedua keluarga tsb begitu complicated, ditambah pula saya tidak pandai bercerita. hehe...
Beruntunglah mereka yang lebih dulu tahu mengenai sejarah keraton, sehingga saat mengikuti tour ini pengetahuan menjadi lebih dalam.




 

Bangunan museum yang bentuknya mengikuti kontur tanah,  terbagi-bagi menjadi beberapa segmen, yang masing-masing segmennya mengangkat cerita tentang salah satu keluarga keraton. 

Hanya saat keluar museum saja pengunjung bisa ambil foto, jadi jangan heran jika image2 mengenai museum ini di internet - hampir sama semuanya, karena spot fotonya memang cuma disitu saja.


  




Saya suka dengan konsep museum ini, dalam hal penyajian dan pengaturan tamu. Pengunjung diatur dalam kelompok dan didampingi seorang tour guide. Dengan pengaturan ini tentu saja menimbulkan antrian di depan pintu masuk, karena harus menunggu kelompok sebelumnya menyelesaikan tour di dalam.
Saya juga lihat, wisatawan asing dilayani terpisah dengan tour guide berbahasa Inggris.

 

Di bagian luar ada toko busana, bagus sekali koleksinya. Dan di atas museum disediakan resto. Bagus juga sih, jadi setelah tour dan ketika lapar melanda, "obatnya" sudah tersedia.


 


Meskipun tidak bisa memotret di dalam, meskipun saya tidak belanja baju, meskipun saya tidak makan di lantai dua, saya puas sudah datang ke sini.
Sejarah memang ternyata tidak selalu membosankan.
Coba aja....

 

 


Beberapa foto berikut saya ambil di sekitar toko dan pintu keluar
 
 

 

 
 
 

 

 

Minggu, 02 Agustus 2015

Taman Budaya Tionghoa, TMII, Jakarta


Sudah lama sekali  sejak terakhir kali saya berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah. Banyak sekali perubahannya. Baru tahu juga ada Taman Budaya Tionghoa di dalamnya.



 Meskipun tidak luas, di dalamnya terdapat patung-patung yang cukup buat kita untuk belajar. 


 Saya harus cari tahu dulu, apa arti tulisan cina di batu-batu ini. Hahaha...



Lumayan bersih namun menurut saya, tetap harus ada petugas kebersihan dan petugas yang merawat taman, saya kuatir, tidak lama taman ini terbengkalai. Karena kita tahu turis lokal dan turis domestik kita belum bertanggung jawab atas semua tindak tanduk dan kelakuan untuk sama-sama dan berkesadaran diri untuk merawat taman. Buang sampah sembarangan, menginjak rumput dan tanaman demi foto yang cantik.



Di bagian dalam ada taman zodiak atau shio. Lucu lohh...  Bagi yang belum tahu shio sendiri, bisa dilihat disitu rentang tahun kelahiran masing-masing shio.




 
Ada patung legenda Sampe & Engtai. Ada juga cerita Sun Go Kong alias Kera Sakti dan bikhu Xuanshang serta murid lainnya yang konon berjalan ke India untuk mencari ilmu, mendalami agama.






Semoga pengunjung dan pengelola sama-sama menjaga keindahan taman ini.





Taman ini dibangun atas kerjasama beberapa orang atau perusahaan, hal ini tertulis pada patung atau bangunan yang ada di dalam area taman ini.


Di bagian depan terdapat warung kecil menjual minuman dan makanan ringan, serta cendera mata.