Sabtu, 02 Desember 2017

Ueno Park, Tokyo, Japan


From 7am to 7pm, what to do in Tokyo, jilid - 2


Karena hari ini adalah hari terakhir saya di Tokyo, maka saya harus benar-benar manfaatkan waktu saya. Apalagi pesawat kembali Jakarta dengan ANA terbangnya jam 00.10 alias dini hari besok. Jadi saya masih bisa pusing-pusing di Tokyo sampai jam 7an. Setelah itu harus bergerak ke airport, karena check-in closing time-nya jam 21.00. 



Dari Tokyo station, sekali lagi saya naik JR Yamanote Line, praktis, sekali naik, tanpa transit. Karena di Tokyo cuma satu hari saya tidak beli paket tiket, pass-ini atau pass-itu, meskipun ada paket 24 hours Tokyo Subway Pass Dengan harga JPY800, uang saya tidak akan balik modal.  

Lagipula saya lebih banyak pakai JR Yamanote Line. Pun saya tidak beli paket JR Tokyo 1 day Ticket seharga hampir JPY1600, sangat tidak economical buat saya. Sekali perjalanan dengan JR berkisar JPY170 sampai JPY200, tergantung jarak ya. Berarti minimal saya harus pakai 8 kali perjalanan dengan JR line yang masing-masingnya seharga JPY200 supaya balik modal. Masalahnya, rute saya sehari ini tidak sepadat itu.  



Turun dari kereta signboard menuju Ueno Park jelas sekali. Ikuti petunjuk "Park Gate"

Nah... inilah pintu keluar station menuju Ueno Park


Setelah melewati gate-nya, berikut penampakan JR Ueno Station


Di seberang pintu ini adalah pintu masuk Ueno Park. Free Entry ya.. Sebelum masuk, ada peta taman, luas banget, saya hanya sepintas saja lihatnya, karena toh saya tidak mungkin mengelilingi taman, bisa seharian habis waktu di sini. Dan pusing juga bacanya... hahaha...



Pertengahan sampai akhir November adalah masa yang tepat untuk menikmati musim gugur di sebagian besar wilayah Jepang. Warna kuning daun ginko dan merah daun maple sedang cantik-cantiknya. Orang Jepang bilangnya "koyo" 

Tripodnya disangkutin di kursi taman hahaha... Nasib soloist.. 

Salah satu spot bagus untuk menikmatinya adalah Ueno Park. Untuk spot-spot lainnya, silahkan check cerita dari Japan-guide.com/Tokyo_Koyo 

Sebetulnya apa yang bisa dilihat di Ueno Park...? Wah... banyak sekali. Taman ini sangat luas. Saya hanya berjalan di area pinggir saja. Kejar waktu.. biar bisa jalan ke tempat lain. Kan yang penting sudah pernah kesini. 

Info detail mengenai Ueno Park bisa dibaca di Japan-guide.com/Ueno_Park



Meskipun matahari bersinar cerah, saya masih berasa kedinginan, sepertinya kopi hangat bolehlah... oh iya.. Starbucks-nya cantik.

Design tutup lubang saluran bawah tanah berbeda-beda tiap kota

Salah satu museum di sini, adalah Tokyo National Museum. 


Masih tutup, karena saya tiba disini masih sekitar jam 8



Harga tiket JPY620 untuk dewasa, buka mulai jam 9 pagi

Sepertinya atraksi utama di sini adalah Ueno Zoo. Saya tidak masuk ke zoo-nya. Jam buka 9.30 pagi, tiket masuk JPY600 dewasa.






Foto-foto lumayan makan waktu juga, kalau foto sendiri, sibuk ngatur tripod gorila, kalau minta tolong orang, harus pilih-pilih, kira-kira siapa yang mau bantu. Karena ada yang terang-terangan menolak, dengan melambaikan tangan sambil bilang, "No..!No...! No..!"


Patung Mr. Hideyo Noguchi, bacteriologist yang menemukan bahwa sifilis bisa menyebabkan lumpuh progresif

Saya berjalan sepanjang boulevard-nya.  




Melewati Kiyomizu Kannon Temple



Kemudian terlihat antrian manusia begitu panjangnya.. Setelah selidik-punya selidik, ternyata mereka sedang antri memasuki museum seni, Ueno Royal Museum namanya.







Hari ini showing lukisan macam ini, Fear in Painting, tajuknya


Saya jalan lagi, buat saya lebih bagus jalan masuk berbeda dengan jalan keluar, jadi beda pula pemandangannya. 



Patung Mr. Saigo Takamori, salah satu samurai berpengaruh dalam memimpin restorasi Meiji.

Ini adalah sebagian kecil Ueno Park yang saya kunjungi, saya bertekad ke sini lagi, tapi explore sisi yang lain. Semoga Tuhan berikan kesempatan... amin...


Akhirnya saya meninggalkan Ueno Park, melewati tangga ini, dan menyeberang ke arah Ueno Station, Shinobazu Entrance Gate. Dekat dengan Ameyoko Market.




Dari Ueno Station, tujuan berikutnya adalah makan siang di Asakusa. Ichiran Ramen yang terkenal.

Karena Asakusa tidak dilewati Yamanote line, maka dari Ueno menuju Asakusa harus naik subway, yaitu Ginza line. Ongkosnya JPY170
Perhatikan, angka dalam lingkaran adalah ongkosnya, dihitung dari stasiun ini.





Maaf, buram, semoga terbaca ya.. sebelah kanan kotak kuning


Lihat kotak kuning, itu adalah penanda Ueno Station, di kotak kuning itu tertulis "This Station"
Ke Asakusa, arahnya adalah ke kanan, yaitu 3rd stop, setelah Inaricho, Tawaramachi dan final stop di Asakusa


Ke Asakusa ada di Platform 2, platform 1 sama-sama Ginza line tapi arah sebaliknya. Jadi jangan salah platform.


Petunjuk menuju platform 2 


Sesampai di Platform 2, ada peta lagi, di masing-masing station yang dilewati Ginza line, ada jalur apa saja. Mempermudah penumpang untuk menentukan station yang dituju berkaitan dengan jalur yang akan dinaiki, alias mau transit di station mana.


Contoh cara baca diagram diatas, 
di stasiun Asakusa tersambung dengan Asakusa (Toei) line dan Tobu Skytree Line
di stasiun  Inaricho hanya dilewati Ginza line, dan tidak terhubung dengan line subway yang lain, demikian juga Tawaramachi
di Ueno Station akan terhubung dengan Hibiya line, JR Line termasuk shinkansen dan terhubung dengan Keisei Main line
di Ueno-hirokoji, masih terhubung dengan Ginza line dan Hibiya line dan terhubung dengan Oedo (Toei) line 

Nah di stasiun yang terhubung dengan line lain, kita turun dan pindah kereta, jika memang perlu



Begitulah pengalaman saya dengan peta kereta dan subway di Tokyo.
Berasa OJT (on job training) alias belajar sambil dijalani.

Dan akhirnya sampailah saya di Asakusa station.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar