Minggu, 25 Juni 2017

Goldencrown Guesthouse, Tsim Sha Tsui, Hong Kong



Jalan-jalan ke Hong Kong dan Macau - Jilid 8


Setelah turun dari "pendakian" big Buddha statue, saya segera menuju ke terminal cable car, alias Ngong Ping Cable Car Terminus. Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, padahal saya janji sama pemilik guesthouse bahwa saya akan tiba di situ sekitar jam tujuhan.

Benar saja, antrian di terminal udah mengular, karena memang sebentar lagi area ini akan ditutup. Jadi semua pada pulang berbarengan



Dari jendela kamar ke arah Nathan Road

Perjalanan di udara dengan cable car kira-kira selama 20 menitan sampailah saya di Tung Chung, terus ambil koper di penitipan, dan jalan lagi ke Tung Chung MTR Station yang menyatu dengan Citygate Outlet Mall. Kartu Octopus sudah saya kantongi, supaya mudah akses masuk keluar stasiun.

Untuk menuju TST, dari Tung Chung station, nantinya kita harus pindah kereta di Lai King station (lingkaran hijau), yang semula di jalur orange, arah Hong Kong, pindah ke jalur merah, arah Central (lingkaran coklat), dan turun di TST station (panah biru). Biayanya sekitar HKD 16,9 dengan Octopus, dan waktu tempuh sekitar 45 menit

Kita tidak perlu ke stasiun Hong Kong dulu, baru pindah kereta jalur merah arah Tsuen Wan dan turun di TST, terlalu jauh. Dan perlu diketahui Hong Kong station luas banget, bikin pegel kalau pindah kereta.

berikut ini gambar MTR map yang saya ambil dari website HK MTR Routemap






Sesuai dengan petunjuk yang saya dapat dari website Golden Crown Guesthouse HK, saya keluar di Exit A2 yang sayangnya tidak ada lift, terpaksa jinjing koper besar ke atas. Keluar dari stasiun, tengok kanan tengok kiri, kemana yah arah ke guesthouse... Secara saya tidak mengaktifkan hape saya for google map... Hehe...


tujuan kita adalah Humphrey Avenue, jadi di Exit A

Humphrey Avenue tepatnya di Exit A2


Dari hasil brosing-brosing sebelum berangkat, yang saya "pahami" guesthouse terletak di jalan utama, Nathan Road. Jadi saya jalan ke arah jalan besar, karena pintu stasiun menghadap ke jalan kecil, yaitu Humphrey Avenue. Masih dengan hati gundah gulana, di perempatan jalan lagi-lagi saya tengok kanan tengok kiri. Daaaan... Puji Tuhan, terlihat oleh saya, Citibank dan Standard Chartered Bank. Karena petunjuknya memang begitu, bahwa guesthouse terletak diantara kedua bank tsb.

 Citibank terletak di sudut jalan Nathan Road dan Humphrey Avenue.






Jalan kaki dari Exit A2, lingkaran hijau, di Humphrey Avenue, balik badan, belok kiri. Karena proses zooming jadinya Goldencrown terlihat setelah Standard Chartered, seharusnya Goldencrown berada di antara kedua bank. 
Logo MTR TST yang saya silang warna merah, maksudnya bukan exit itu untuk menuju guesthouse.

Untuk lebih jelasnya. lihat foto di bawah, courtesy of Google


Penampakan depan Goldencrown, gambar diambil dari Google Search

Di dekat lift ada penjaga gedung, saya hanya berkata "Goldencrown...!" Dan dia juga hanya menjawab, "ok, 5th floor" 

Ok... Saya tau...(dapet baca di websitenya...Hehehe..)
Keluar dari lift, lagi-lagi saya celingukan, dimana receptionnya. Karena di sini juga ada guesthouse lain. Bukan cuma Goldencrown saja.

Begitu terlihat, saya masuk dan disambut oleh Kenny, check in dan bayar sisanya. Saya sudah booking guesthouse ini sebelumnya via website, dan dikenakan uang muka 50%, yang sisanya dilunasi saat check in. 

 Dia juga menawarkan tiket discount, tapi saya tidak ambil karena sebagian sudah saya beli online sebelum berangkat. Memang lebih murah kok dan bisa dimanfaatkan. Saya justru beli SIM card, biar mudah brosing, entah mau cari jalan pakai google map, cari restoran dan yang penting WhatsApp tetap aktif. Hahaha...!




Saya beli satu sim card, dan hanya perlu aktifkan hotspot supaya temen juga bisa ikutan online. Biar adil, sama-sama eksis.

Sim Card 3.5GB untuk 1 minggu, seharga HKD 60 atau setara Rp. 100ribuan jika kurs HKD sekitar Rp. 1700
Sangat cukup, namun sayangnya tidak bisa dipakai di Macau.


Sama seperti umumnya hotel di HK, semua pada sempit. Kecuali menginap di hotel bintang lima, kamar nya lebih luas. Goldencrown juga sempit, tapi kamar mandinya justru cukup luas, maksud saya bukan kamar mandi lebih luas dari kamar tidur yaaa... Ada ruang shower depannya ada wastafel. Masih bisa bergerak leluasa. 



Tahun 2013 saya menginap di guesthouse juga di daerah Causewaybay, kamar mandinya seukuran toilet umum, shower ada di atas kloset, wastafel yang mini. Temen saya yang gemuk, bilangnya tidak bisa gerak waktu mandi. hahaha... Goldencrown lebih baik dari itu.



Sudah pasti Goldencrown dekat dengan pintu stasiun TST, jalan kaki cuma lima menit. Air mineral free-flow alias ada galon dengan dispenser panas dingin disediakan pemilik. Handuk juga ada, tapi toiletries bawa sendiri aja, meskipun sudah tersedia.


Colokan banyak, apalagi kalau kita bawa T-stecker dari rumah, jadi lebih banyak lagi

Banyak warung di sekitaran, minimarket juga dekat. Tapi maaf, warungnya yang non halal yah, tapi jangan kuatir di seberang Goldencrown adalah Kowloon Mosque and Islamic center, sewajarnya pasti ada penjual makanan halal di sekitarnya. Menyeberang jalan di perempatan depan hotel langsung sampai di Islamic center,atau kalau dari dalam TST station, ambil exit A1, mesjid ada di sisi kiri, jadi tidak perlu menyeberang..

Menurut saya, guesthouse ini rekomendet-lah, terutama buat yang tidak traveling dengan anak-anak. Yang membawa koper ukuran sedang. Dan yang jelas yang sukanya pergi pagi-pagi dan kembali ke hotel larut malam

Catatan saya juga, menginap di area TST lebih enak dan pas dibanding menginap di area lain, karena lebih mudah serta lebih dekat ke tourist spots. Sehingga lebih hemat biaya transport. 

Sebagai informasi, saya juga menginap di area Wanchai. Di TST lebih enak kemana-mananya.

Di postingan selanjutnya saya akan ceritakan mengenai Ladies Market dan Sneaker Street di Jilid 9

Cuuuuzzz....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar